Pastilah kita ingin menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa, fokus kepada sesuatu hal, kreatif, solider, tanpa pamrih, cerdas dan tidak menunda waktu. Tapi, tanpa adanya sebuah akhlak??? hehehe, sifat sifat itu juga dimiliki setan kawan. Setan tidak pernah menunda waktu saat menggoda kita untuk berbuat maksiat, cerdas dan kratif menggunakan trik apapun untuk menggoda kita, tanpa pamrih juga setan tidak meminta apapun dari Allah SWT. Jadi, saat kita meningkatkan kepribadian agar kita lebih kreatif, solider, tanpa pamrih, cerdas dan tidak menunda waktu yang perlu dibedakan agar kita tidak termasuk dalam karakter setan adalah Akhlaq kita.
"Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini"(QS.Al-Kahfi:10)
Minggu, 02 Februari 2014
Tips Merawat Sneakers
Sepatu Lyrics
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu
Mungkin tak semua bisa bersatu
…………………………
Mungkin begini juga yang dirasakan para sepatu / sandal jepit atau
apalah. Semogga kita semakin rajin merawat, menyuci dan menyimpannya. Walau
kadang saya sering dimarahin ayah saya karena dulu sewaktu SMA terbiasa dengan
menggunakan sepatu dan bagian belakang sepatu saya injak karena menurut saya
lebih mudah untuk mengenakannya. Tapi, hal tersebut akan mudah merusak sepatu. Tips merawat sepatu : Untuk yang memiliki sepatu beralas dari karet,
yaa semacam sneakers. Oya,. Kata sneakers itu sendiri berasal dari bahasa Inggris ‘sneak’
yang berarti penyelinap. Para pengguna sepatu dapat menyelinap tanpa suara
sepatu J .
Saat sneakers terkena lumpur jangan membersihkan saat lumpur masih basah
(nantinya akan membuat noda pada sneakers semakin menyebar) biarkan kering
terlebih dahulu tapi jangan terlalu lama membersihkannya nanti semakin susah.
Bersihkan noda dengan cara menyikat dengan diterjen, boleh gunakan pemutih tapi
untuk sneakers berwarna putih, bilas dengan air dan jemur (jangan langsung
terkena matahari karena akan membuat warna menjadi pudar). Setelah sneakers bersih bungkus sneakers dengan
kantong plastik, masukan kedalam kotak sneakers dan simpan dalam lemari. Sediakan
tempat khusus ya …
Karena
itulah cinta, akan memberikan yang terbaik untuk yang dicintai. Maka berikan
juga rasa cinta ke sepatu, karena dia yang akan membawa kenyamanan saat kita melukis
sketsa kehidupan ini.
5-3-2012 Sneakers teman teman saya Field Trips Bedengan Malang 11.06 WIB
Sabtu, 01 Februari 2014
Perahu Pasir Putih : Tentang Arti Kehidupan
27-1-2014 Pantai Pasir Putih Situbondo 11.52 WIB
Langkah kaki mulai terasa penat saat melangkah
menuju sebuah perahu, kejaran ombakpun menghapus jejak kaki. Kisah masa lalu
akan terhapus oleh masa kini, esok akan terlihat berat mana kala kita tidak
bisa mengambil sebuah nasehat nasehat di masa lalu untuk berubah lebih baik.
Saat perahu tidak ada layar, hanya mampu bersandar
di tepi pantai. Akan kecewa ketika menginginkan sebuah keberhasilan tanpa
adanya suatu tindakan sebagai alat keberanian.
Aku hanya duduk, di perahu yang bersandar di tepi
pantai, menikmati desiran angin laut, suara derai angin yang bertemu dengan
ombak, kejaran ombak yang membasahi butiran pasir putih. Beginilah kehidupan, harmonisasi
karakter seseorang diciptakan Tuhan agar manusia belajar menghargai dan saling
melengkapi.
Pesona keindahan pasir putihnya, birunya laut seolah
tanpa batasan pulau, suara tawa anak kecil dan awanpun juga bermain dalam
pangung keindahnnya. Langkah kedepan ini akan ku topang dengan sebuah ilmu,
nasehat dan doa. Menyiapkan diri untuk menerima apapun hasil dari sebuah usaha
keberanian dan tindakan. Menambamah teman untuk sebuah keberhasilan, karena
kita tidak pernah tahu siapa teman kita yang dapat membawa kita menuju mimpi
besar itu.
Aku pun melihat jam tangan ku, waktu akan berlalu.
Dan senja akan datang, sandirwara kehidupan ini juga akan berakhir.
Pasir Putih, Situbondo
Jumat, 31 Januari 2014
Keberanian Untuk Sebuah Hasil
Kritikan, saran, pujian, senyuman dan tangisan
dari orang tua, dosen, saudara, sahabat atau teman akan melatih kita untuk
lebih dewasa, namun yang paling besar adalah sikap kemandirian dari diri kita.
Tidak ada hasil tanpa adanya tindakan, entah hasil tersebut akan membuat
kepusan ataupun ketidak puasan dari diri kita. Dan adapun tindakan yang kita
pilih, entah kita akan diam menunggu sebuah hasil atau bergerak.
Tepat bulan Oktober tahun lalu, saya harus
sering mengunjungi salah satu Bank di Brawijaya. Saya mendapatkan kabar dari
Ketua Tata Usaha Jurusan Biologi karena saya belum mengumpulkan bukti
pembayaran KKN (Kuliah Kerja Nyata). What??? Saya akan diam dan menerima pernyataan
dari TU Biologi? Atau menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya? Atau memilih
jalan yang berat, bergerak untuk menyelesaikan persoalan ini? . Hehehe, pekan
pertama masih saya abaikan. Namun, ketika Ibu IDA/ Kepala TU Biologi memanggil
saya ketika hendak memasuki ruangan kuliah. Aish,.. dari mana Ibu ini tahu
kalau saya mahasiswa yang memiliki nama terpampang di papan pengumuman. Dengan
pelan Beliau (Gaya khas seorang ibu mendidik anak kandungnya) menjelaskan
pentingnya bukti pembayaran tersebut. Baik Ibu, sepulang kuliah ini saya akan
memiminta copy bukti pembayaran ke Bank dan besok akan saya haturkan ke Ibu :D
. Towweeng …
Seperti saat menjahit, ada kalanya jarum akan
masuk dan keluar, ada kalanya pula benang untuk menjahit habis dan harus disambung
agar hasil jahitan bisa terselesaikan. Namun, sering juga terasa sakit ketika
tak sengaja tertujuk jarum. Kehidupan saya juga demikian kadang saya merasa
percaya diri sehingga saya berani untuk mengeluarkan pendapat atau bahkan omong
kosong saya. Kadang pula saya bersembunyi merasa takut dengan sebuah hasil yang
menegcewakan atau bahkan kemalasan saya. Terasa sakit ketika ada saudara saya
yang menangis karena sebuah problema atau bahakan karena saya mendapatkan
kritikan dari seseorang.
Dari pihak Bank yang bersangkutan, tidak bisa langsung memberikan karena
transaksi yang dilakukan sudah terlalu lama, jadi harus menunggu waktu beberapa
hari. Saya tinggalkan nama, no hp, nim, alamat kost, tanggal transaksi, waktu
transaksi, nominal rupiah dan tujuan transaksi saya. Mungkin ini akhibatnya
ketika saya hanya mementingkan sebuah hasil, saya merasa sedikit kecewa dengan
seseorang yang menghilangkan bukti pembayaran saya. Karena hasil yang saya
dapatkan hari itu Nihil maka dengan emosi kemarahan munculah perasaan kesal
itu. Saya ceritakan kronologi sebenarnya ke Kepala TU jurusan, sedikit ada
tangisan dari saya ketika satu bulan saya mendapatkan sms “Maaf, Saudari
Nurizza kami dari pihak Bank ….. tidak menemukan nama anda pada tanggal, waktu
tersebut. Mohon priksa kembali tanggal, waktu dan teller saat pemabayaran”
Karena posisi saya saat mendapatkan sms tersebut sedang berada diperjalanan
menuju Surabaya jadi saya tidak bisa langsung kembali ke Bank untuk memastikan
kembali. Akhirnya keluarlah keputusan dari TUJurusan, meminta saya agar
membayar kembali sebagai solusi terakhir. Woow.. bukan masalah nominalnya, tapi
apa tidak terlalu mubadzir ketika saya membayar dua kali lipat pembayaran KKN
:D. Oke saya kembali ke Bank, tapi sebelumnya teman saya menyarankan untuk
membicarakan ke Dosen Koordinator KKN. Yaahh .. Dosen saya meminta saya untuk
mecari teman saya. Aduuuh,. Bener juga sih tapi dengan meminta tanggung jawab
ke teman saya apa akan terselesaikan??? Pasti teman saya akan dimita untuk
membayar uang KKN saya, sebagai tanggung jawab. Terlalu mubadzir bagi saya,
akhirnya solusi terakhir dari Dosen saya untuk mendatani langsusng ke Pimpinan
Bank tersebut. Okelah detik – detik memasuki Bank. Saya menyiapakan catatan
kecil yang mau saya bicarakan dengan Pimpinan Bank tersebut. Lagi dan lagi
hasilnya Nihil, saya diminta untuk menunggu. Serasa meminum obat. Saya rutin
mengunjugi Bank tersebut, sambil merasakan sofa yang empuk, rauangan berAC dan
FTV SCTV.
Saat mahasiswa berceloteh di media sosial karena gangguan SIAM UB.
Beberapa teman saya, memeberikan pesan ke saya “ Za,. Kelompok kita dapat nilai
A tapi kok di nama mu belum ada nilanya ya”. “Assalamu’alaykum wr.wb. Nurizza …
gmn kabar? Aq liat di rekapan nilai di Jurusan kok nilai KKN mu gak keluar za?
Belum selesai ta za urusan k Banknya?”. “Nuriizza,. Kenapa nilai KKN mu belum
keluar”. Haii.. haii.. posisi senadang Field Trip terganggu saat mendapatkan
beberapa info terkait nilai saya yang tidak keluar. Gimana IPK semester ini?SKS
semester depan? Apa saya harus bayar lagi? Atau ada solusi lain?. Mau lihat
SIAM?? Lagi ada gangguan.. mau telephone teman untuk memastikan?? Lagi ramai
ramainya di kendaraan umum. Skip.. Keesokan harinya saya merasa putus asa untuk
mengunjungi Jurusan. Tapi karena rasa rindu dengan teman saya, akhirnya dengan
arah yang sibuk melihat foto dari field trip saya masuk ke Ruang Baca dan
bertemu teman saya. Amaann… Saat mendengar adzan dan bersegera untuk shalat.
Teman teman saya sengaja memanggil nama saya saat melewati ruang TU. Waahh … masih
belum siap kalau harus menjawab pertanyaan dari Ibu Ida. Hari berikutnya juga
saya hanya menghabisakan waktu untuk hal lainnya. Ketika melewati Ruang TU saya
menyibukkan diri dan mempercepat langkah. Ini lah hasilnya ketika tidak ada
tindakan yang benar, nilai saya tetap tidak akan berubah. Mengambil tindakan
untuk menghubungi teman saya agar bertanggung jawab? Mendatangi bank lagi?
Menagis ke TU/ Dosen atau bahkan Kajur untuk tidak memepermasalahkan bukti
pembayaran tersebut? Atau bahkan menerima nilai kosong. Saatnya saya menghapus
semua itu. Saya takut, cemas dan kesal, perasaan negatif itu membuat keberanian
semakin tertimbun. Inilah manfaat saya memilih bersahabat dengan orang yang
tidak sibuk dengan urusan duniawi. Ketika saya mencurakahan curahan hati saya
ke Sang Pencipta muncul sebuah ide untuk mengkonsultasikan ke Pembantu Dekan I.
Alhamdulillah, Ya Allah .. Nahh loo ketika sebuah ide sudah terikat tapi rasa
kepercayaan diri terlepas. Teringat ketika beberapa hari memeberikan taujih
salah satu mutarobbi tentang seorang muslim itu harus percaya diri. Wuih..
ringan ternyata ketika hanya menyampaikan dan berat ketika melaksanakannya.
Okee hari pertama saya hanya berani duduk diantrian dengan mahasiswa lain untuk
bertemu dengan Bapak Ari. Aduh.. hanya bertemu saja saya merasa bingung, takut
dan malas. Hari keduanya saya siap dengan persiapan yang saya bawa sebuah buku, untuk menjaga
kejenuhan mengunngu antrian untuk konsultasi. Dingdong … tidak ada mahasiswa yang
duduk di ruang tunggu. Dengan satu kalimat “ Bismillah Ya Allah, Keberanian
untuk sebuah hasil “ saya masuk dan ..Dingdong lagi… Beliau sangat ramah, Lets
Go.. setelah mendengar kronologi cerita saya. Beliau dengan menyebut nama saya
(Serius, saya suka dengan kepemipinan yang seperti ini) mengantarkan saya ke
seorang wanita yang mengurusi bagian keuangan di Fakultas. Slip, Slip … mungkin
Si Mbak lagi ada masalah dengan seseorang jadi saya sempat kena kritikan pedas.
Pelajaran lagi, ketika saya akan belajar keramahan dari Bapak PD I dan siap melayani
siapa saja tapi ketika tidak tahan dengan sebuah kritikan tampaknya saya akan
menajdi Akhawat Cengeng. Jadi, bukan hanya jiwa perhatian yang tinggi saja atau
keramahan saat bertemu dengan seseorang tapi juga harus tahan dengan sebuah
kritikan, tidak ada kritikan yang pedas sebuah kritikan adalah nasihat secara
tidak langsung agar kita lebih baik kedepannya. Alhamdulillah Ya Rab,. Setelah
saya mendapat note tembusan dari bagian keuangan Fakultas saya memberikan ke
Ibu Ida agar nilai KKN saya bisa diproses dan inilah sebuah hasil dari
pengorbanan selama empat bulan ini. Tidak ada lagi sms dari Teller Bank, JBUB
Center, tundukan ketika melewati ruang TU Jurusan, tidak ada yang dirugikan
baik pihak teman saya dan saya (tidak ada pembayaran dua kali :D). Mengambil
sebuah hikmah dari sebuah permasalahan agar lebih dewasa. Karena kedewasaan itu
mandiri, maka diri sendirilah yang menentukan. Bertindak untuk diam atau
bergerak. Namun tindakan untuk keberanian bergerak adalah yang terpenting untuk
sebuah hasil. Entah hasil itu mengecewakan atau tidak. Percayalah itu yang
terbaik. Menikmati sebuah proses dan mengambil sebuah hikmah dari proses menuju
hasilnya. “ Keberanian untuk Sebuah Hasil” dan
tidak ada keberanian tanpa tindakan.
Minggu, 19 Januari 2014
Karena Kita Ukhuwah ...
“Jangan merasa
pribadi yang baik, kalau orang disekitar kita belum merasa nyaman dengan kita“
“Ukhuwah tak mengenal
kesudahan, ia mengiringimu dalam hidup sebagai penyejuk, menyepa mu dalam
kesendirian yang melelahkan, menjaga mu untuk tetap dalam senyum perjuanagan”
Arti kata ukhuwah sendiri adalah
persaudaraan. Bolehlah diri ini
mengatakan kalau ikatan ukhuwah lebih dekat dari pada teman. Teman akan datang
memotivasi ketika kita jatuh dari persoalan dan tidak mampu memecahkan
persoalan itu. Apalagi seorang saudara? Ketika mendengar saudaranya terjatuh
dari persoalan? Apakah seorang saudara akan membiarkan? Atau akan menjabat
tangan dan membantu berdiri saudaranya dari permasalahan. Saudara seyogyanya
datang sebagai penyejuk memotivasi dan membantu memecahkan persoalannya. Aku
bukan yang terbaik ketika ada saudara ku yang meninggalkan lingkaran dakwah
ini, aku memilih untuk tidak menyapanya? Menanyakan kabar keimanannya? Atau kabar
mad’unya? Tapi dalam doa ini tak hentinya aku menyebut nama mu agar, kamu selalu
diberi keistiqomahan untuk membela agama ini.
“Ukhuwah adalah
persaudaraan yang kekal,ia tidak mengenal kejenuhan, ia selalu punya sesuatu
untuk dibagi, meski itu hanya sebuah nasehat, ataupun selaksa doa yang tak nampak
“
Ukhuwah karena keimanan, aku
yakin shalat kalian tepat waktu, ODOJ kalian juga selalu akan menambah ketika
satu juz sudah terlewati, pun semangat untuk berdakwah kalian. Tapi jujur, aku
merasa nyaman ketika bersama teman – teman ku yang asyik dengan catalog- catalog
make up ataupun pakaian. Aku merasa diperhatikan dengan mereka, usulan atau ajakan
baik ku selalu didengar begitupun curahan hati ku. Sampai aku berfikir kapan aku
mendapat pesan dari kalian yang menanyakan bagaimana amal yaumi ku hari ini?
Sejenak aku melamunkan. Aku bukan juga saudara yang baik? Ketika saudara ku tiba
– tiba pergi tanpa ada kabar, aku malah sibuk untuk mecari saudara yang baru
agar menggantikannya. Tanpa aku menanyakan alasan dia meninggalkan kami. Tanpa
adanya nasehat yang bisa aku bagi. Saat saudaraku merasa jenuh apa yang aku
lakukan? Aku tak tahu kapan, dimana kamu mulai merasakan kejenuhan? Itulah
persaudaraan tidak hanya berbagi masalah kesibukan dunia organisasi dengan
bumbu bumbu sebuah emosi kekecewaan saja. Tapi juga harus berbagi saat dimana kita merasa senang dan merasa
jenuh. Karena persaudaraan kita kekal.
“ Ukhuwah menguatkan yang lemah,
menghubungkan yang terpisah, menghimpun yang berbeda, menghormati yang
tersakiti dan menjaga dengan saling menasehati”
Itukah kawan sekilas perasaan
hati ku tenteng ukhuwah, kedepannya tak ada lagi batasan kita untuk menanyakan
kabar dan kita harus menghapuskan kejenuhan saat kita bertemu. Tapi tetap ada
batasan interaksi yang menjadi pedoman kita agar lebih baik. Aku mencintai
kalian karena Allah SWT. Coretan crayon kuning agar hati kembali terang dan
siap menyambut kalian dimanapun dan kapanpun.
Sumber gambar : http://baltyra.com/2013/12/31/baltyra-tanda-damai-dan-persaudaraan
Selasa, 14 Januari 2014
Lirik Lembaran Baru
Nasyid : Lembaran Baru
Ali Sastra
Kubuka mata kubuka hati
Mencari makna kata sanubari
Tentang apa yang tlah terjadi
Kubuka mata dan kulangkahkan kaki
Mencari semua ketenangan dalam diri
Kugantungkan hanya pada MU
Langkahku untuk lebih baik
Tak semudah kejapan mata
Kadang hati terbolak balik
ou woo...
Ketika aku terjatuh
Ku tak akan mengeluh
Ada TUHAN Yang SATU
DIA lah tempat Mengadu
Hari-hari yang lalu sudahlah berlalu
Hari ini hariku buka Lembaran Baru
Buat yang ngerasa lagi jatuh atau jatuh banget. Mungkin lagu ini
dapat dijadikan inspirasi. Keluhakan semua itu bukan di sosial media. Mulailah
mencoba untuk mengelukan kepada Allah SWT. Perpanjang sujud malam dan keluhkan
semua keletihan hidup saat ujian datang dimana kita merasa tak mampu menyelesaikan.
Percaya, Allah SWT tidak akan menghapus masalah itu TAPI lebih luar biasa Dia
akan menguatkan hati dan raga mu agar kamu menjadi muslim yang kuat yang mempu
mengemban setiap amanah dan dapat memecahkan setiap persoalan dengan baik.
Semogga kita senang tiasa dikuatkan langkah kita menuju Jalan Kebaikan yang
mengantarkan kita bertemu di Firdausi. Aamiin. Karena perubahan itu sangatlah
mudah namun keistiqomahan untuk selalu berbuat baik sangat susah.
Terima Kasih Kang Ali Sastra
Download Nasyid : https://soundcloud.com/ali-sastra
Sumber : twitter @AliSastra
Memotivasi crayon ini agar selalu membuka lembaran dan
mencoretkan dengan coretan tawakal, doa, syukur, ikhlas dan sabar agar gambar
ini terselesaikan dengan indah ketika melihatnya di Surga.
Senin, 13 Januari 2014
Amanah Hanya Karena Allah SWT
17-12-2013 Bandara Soekarno Hatta 17.38 WIB
Tas punggung hitam lekat bersahabat dengan jaket rohisnya dan sandal gunung yang bersahabat menuju langkah kebaikannya sudah tidak asing lagi untuk ku melihat penampilannya. Mengemban ilmu di Kota Bogor, membuatnya berubah lebih baik sedikt demi sedikit. Denyutan jantung ini sangat terasa saat mendengar ceritanya. Banyak ujian keimanan yang harus dia alami, kunci keistiqomahannya adalah tangisan disetiap malamnya. Sujud, rukuk dan doa yang lebih panjang diatas sajadah yang telah ia bentangnya. Bukan karena desahan angin malam yang terasa lebih dingin yang membuat raganya merasakan kesakitan seperti tertusuk tusuk, namun karena ia merasakan sakitnya membawa tajamnya dosa – dosa yang dia lakukan saat siang hari.
Kekosongan agenda saat tidak ada kuliah, syuro/musyawarah, mengajar di lembaga bimbingannya ataupun saat tidak ada halaqoh, terbuang dengan candaan yang kadang membawa cerita yang fiksi entah di dunia nyata atau maya. Kesempatan yang semestinya dapat digunakan untuk mendekatkan diri dengan Nya hanya berlangsung ketika kewajiban sujud dengan Nya. Itulah penyebab rasa sakitnya karena kelemahan imannya, bukan karena nilai kuliah yang buruk atau uang kiriman yang menipis. Saat nilai kuliah keluar dengan predikat baik, saat uang kiriman datang dengan jumlah yang lebih dan saat organisasi yang dia pimpin menjadi pilihan pertama para mahasiswa baru di kampusnya. Dirasa sangat memuaskan pasti bagi semua orang yang sebelah mata memandangnya, namun berbicara mengenai hati. Dia selalu merasakan sakit ada kegelisahan yang seolah tidak ada pagi dan siang, semua terasa redup ataupun gelap tidak ada cahaya sedikitpun yang bisa menerangi hatinya. “ Kenikmatan dunia “ dia katankan. Baru akan sujud lebih lama ketika nilai kuliah keluar dengan predikat kurang, atau orang tua yang sudah tidak sanggup mengirim uang bulanan atau merasakan kesendirian di organisasi. Disaat hambanya terlena dengan kenikmatan dunia dan lupa untuk mengucap asmaNya, Allah SWT tidak mengingatkan dengan mencabut kenikmatan itu. Tapi dengan hati nya lah Allah SWT mengingatkannnya, kegelisahan atau kedengkian perasaan yang ditimbulkan saat aktivitas kesehariannya membuat ketidak nyamanan seolah merasa sakit tapi raga sehat.
17-12-2013 Bandara Soekarno Hatta 18.15 WIB
Al Quran Kecilnya yang diambilnya dari tas punggungnya dibuka
dan mulai dibaca perlahan. Mata yang melekat diantara bingkai kaca hitamnya
begitu fokus membaca ayat ayat cinta Nya. Apa yang dia tunggu akhirnya datang,
seolah senja tak ingin terganti oleh malam, kita bersua hanya begitu saja.
Senyum keikhlasan dan pancaran keimanannya begitu nampak ketika mengucapkan
salam perpisahan. Wajah yang mulai keriput ini tersadarkan oleh pesan yang
disampaikan lewat senyumnya itu. "Manfaatkan waktu untuk mengingat Allah
kawan, dimana dan kapanpun kau berada".
Bukan dia yang menjadikan aku berubah saat ini, tapi dia yang mengingatkan untuk berubah. Mari kita kerjakan rutinitas kita dengan selalu menginat Allah SWT. Dan manfaatkan waktu luang untuk ODOJ One Day One Juz..
Langganan:
Postingan (Atom)

